Badak Jawa semakin punah

Indonesia dianugerahi dua dari lima spesies badak di dunia. Yakni, badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) dan badak Jawa (Rhinoceros sondaicus). Yang terakhir, satu langkah menjauh dari ambang kepunahan, jika tidak ada dukungan usaha dan masyarakat untuk menyelamatkannya. Badak Jawa terakhir di Vietnam ditemukan mati mengenaskan, dengan luka tembak di kaki. Cula tunggal diamputasi. badak jawa dinyatakan punah di negeri ini. Pelestarian harapan terakhir spesies 'terletak dengan Indonesia, di Taman adalah rumah (TNUK).

 Bisa mencapai 2-4 meter panjangnya, 170cm tinggi dan berat sekitar 900-2,300 Status kg.His terancam, WWF melindungi hewan-hewan, Jawa adalah salah satu mamalia besar paling langka di dunia. Badak Nama berasal dari bahasa Yunani untuk 'hidung tanduk', dan Badak Jawa memiliki satu tanduk di moncongnya, seperti tanduk badak, tidak kurus tapi memiliki inti yang terdiri dari serat keratin. Tumbuh berwarna abu-abu, dan memiliki penampilan lapis baja yang disebabkan oleh lipatan di kulit berbulu.

 Kita bisa melihat hewan-hewan di Taman adalah rumah, Banten. Kepala Kerjasama dan Humas TNUK, Indra mengatakan, berdasarkan pemantauan populasi dengan perangkap kamera video diketahui, ada 35 ekor badak Jawa di hutan di taman nasional. "Ada 22 laki-laki dan 13 perempuan. Lima dari mereka remaja atau anak usia," katanya kepada VIVAnews, kehadiran badak jawa muda tentu menjadi kabar baik. Bahwa habitat terakhir dari spesies langka mamalia paling terancam di dunia dan itu masih baik, masih mendukung regenerasi. Lebih dari 2.000 tahun, menjadi komoditas yang berharga untuk cula badak dalam pengobatan Cina. Salah satunya adalah obat begitu kuat. Kulitnya digunakan untuk membuat baju besi.

Badak jawa harga cula badak sangat tinggi, sekitar $ 30.000 / kg, lebih mahal daripada cula badak Afrika. Meskipun tidak ada bukti empiris untuk keberhasilan cula badak dalam ilmu kedokteran. "Klaim itu dibuat hanya untuk kepentingan bisnis orang-orang tertentu. Medis ada manfaatnya," katanya. Namun, mitos tersebut sudah membuat pembantaian badak objek. Di masa depan, diharapkan binatang purba tidak hanya dapat bertahan hidup, tetapi juga berkembang biak.
Share on Google Plus

About anton cabon

Terimakasih kepada Webmaster Uongjowo atas izin re-post konten asli yang ada di blog ini "Biographical Info" of New Technology Blog.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment