Hotel Salak di kota hujan

Hotel Salak di kota Bogor hujan yang usinya sangat tua melewati ratusan tahun, itu awalnya bernama Bellevue Dibbets Hotel yang dimiliki oleh gubernur Hindia Belanda pada waktu itu. Selain tempat untuk beristirahat dan bersantai, hotel ini dirancang dengan baik untuk pertemuan bisnis dan administrasi dari pemerintah Belanda.

 Seiring waktu, Jepang mungkin membutuhkan tempat yang besar untuk menampung pasukan mengikuti arsenal instrumen, dalam fungsi era hotel Jepang kolonial berubah menjadi markas militer Jepang. Nah, setelah Jepang mundur dari negara itu, kepemilikan hotel yang diserahkan kepada pemerintah Indonesia dan namanya diubah menjadi Hotel Salak.

Hotel ini sangat istimewa sebagai penginapan tujuan untuk sebuah event atau pertemuan internasional yang pernah dilakukan di Hotel yang terletak di kaki Gunung Salak, misalnya pada tahun 1955 diadakan pada Pertemuan Konferensi Asia-Afrika Persiapan, di samping pertemuan APEC pada tahun 1994 acara yang pernah dilakukan dalam hal ini.

Selain Hotel Salak di Bogor juga Baroe Hotel Pasar, dilihat dari namanya saja mengingatkan kita ke salah satu tempat di Jakarta, tapi tidak ada di antara hanya memiliki nama yang sama. Hotel ini tanpa peringatan setua Hotel Salak atas karena dibangun pada tahun 1873.

Share on Google Plus

About anton cabon

Terimakasih kepada Webmaster Uongjowo atas izin re-post konten asli yang ada di blog ini "Biographical Info" of New Technology Blog.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment