Temukan Harta Karun Dengan Menyelam Di Laut Pulau Abang

Tanda kekayaan bahari Indonesia juga terlihat di Kepulauan Riau. Para wisatawan yang hobbi selam wajib menyambangi Pulau Abang di Kepulauan Riau guna mendapatkan harta karun yang terdapat di bawah laut.
Pulau Abang, salah satu surga bagi penyelam di Kepulauan Riau. Di tempat ini terdapat taman laut dengan kekayaan terumbu karang. Keelokannya semakin terlihat dengan beraneka macam biota laut yang penuh warna.
Hanya dengan menyelam sampai15-18 meter, Anda sudah bisa mendapatkan koral indah dengan beragam biota lautnya. 
Kecantikan bawah laut Pulau Abang bahkan dapat disejajarkan dengan keelokan Bunaken maupun Raja Ampat yang sudah lebih dahulu terkenal.
Di laut Pulau Abang bisa Anda menemukan spesies karang langka, yakni blue coral, yang susah didapatkan di lokasi lain.Sebab, blue coral hanya menetap di laut yang jernih dengan kualitas air yang baik. 
Bagi ikan-ikan yang tinggal di laut ini, Anda bisa memperoleh ikan selar, kakap merah,  ikan lencing, ikan pinang, pasir merah, serta ikan buntal.
Jika hendak menyelam di Pulau Abang, Anda harus mencari waktu yang sesuai agar ombak di bawah laut tidak begitu kencang. Saat yang sesuai untuk menyelam di laut Pulau Abang ialah pada Maret sampai Agustus bisa juga dari bulan Agustus sampai September.

Terletak di bagian selatan Kota Batam, menjangkau Pulau Abang tidaklah rumit. Pulau Abang bahkan bisa dilintasi dengan mengendarai mobil dari Batam sekitar 2 jam. Perjalanan selanjutnya Anda wajib melintasi Sungai Budus dengan menggunakan bot pompong, sebutan perahu bagi penduduk lokal.
Di Pulau ini Anda tidak hanya dapat menjelajahi satu pulau saja bahkan hingga tiga pulau, yakni Pulau Ranuh, Pulau Abang Besar, serta Pulau Pengalap. Ketiga pulau ini bisa Anda tempuh dengan mempergunakan kapal cepat yang banyak terdapat dilokasi ini.
Share on Google Plus

About anton cabon

Terimakasih kepada Webmaster Uongjowo atas izin re-post konten asli yang ada di blog ini "Biographical Info" of New Technology Blog.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment